Makan Korban Puluhan Siswa Pingsan, Mitigasi Gerak Jalan Pamekasan Dinilai Buruk.

oleh -19 Dilihat
oleh
banner 468x60

PAMEKASAN, Garudasatunews.id — Pelaksanaan kegiatan gerak jalan tingkat SMP/MTs dan SMA/MA/SMK se-Kabupaten Pamekasan pada Kamis (13/8/2026) diwarnai insiden keselamatan. Puluhan peserta dilaporkan tumbang hingga pingsan di sekitar garis finish akibat kelumpuhan fisik, kelelahan hebat, dan paparan cuaca terik.

Di tengah kondisi darurat tersebut, keberadaan panitia penyelenggara di lokasi justru memicu kekecewaan. Sejumlah saksi menyebut petugas panitia tidak tampak bersiap di titik-titik rawan, bahkan sebagian dilaporkan telah meninggalkan lokasi acara sebelum kegiatan selesai.

Pantauan di lapangan menunjukkan pertolongan darurat sepenuhnya diambil alih oleh jajaran kepolisian dan personel Palang Merah Indonesia (PMI) Pamekasan. Dengan sigap, tim gabungan mengevakuasi para siswa ke area teduh serta memberikan pertolongan pertama menggunakan sarana yang ada.

Kekecewaan atas minimnya peran panitia disampaikan oleh Faiz Suparman, salah satu guru pendamping dari SMA 3 Pamekasan.
“Ada tiga siswa kami yang semaput (pingsan). Alhamdulillah langsung dibantu oleh pihak kepolisian dan PMI. Kalau untuk panitia, saya tidak tahu keberadaannya,” ujar Faiz di lokasi kejadian.

Kegiatan gerak jalan ini melintasi rute yang cukup panjang dan menguras energi, dimulai dari Arek Lancor, melintasi Jalan Agus Salim, Ronggosukowati, kawasan Stadion, Jokotole, hingga kembali ke Arek Lancor. Kurangnya mitigasi keselamatan dari pihak penyelenggara pun menuai kritik keras dari peserta dan pendamping.

Saat dikonfirmasi mengenai minimnya pengawasan di lokasi, Koordinator Panitia Gerak Jalan Dinas Pendidikan Pamekasan, Fatimatus Zahro, enggan memberikan keterangan rinci.
“Mohon maaf, saya sedang berada di luar kota. Silakan konfirmasi ke panitia yang lain,” tuturnya singkat.

Sementara itu, Kepala Bagian Kesra Setda Pamekasan, Muzanni, menyampaikan rasa prihatin atas insiden tersebut. Namun, ia membantah jika pihak penyelenggara dinilai lalai dalam prosedur keselamatan.

“Pertama, kami tentu merasa prihatin dan menaruh empati kepada para peserta yang pingsan. Namun perlu kami tegaskan, prosedur sejak awal sudah dikoordinasikan dengan baik. Tim kesehatan dan armada ambulans telah disiagakan di garis start, sepanjang rute, hingga membuntut pos-pos perjalanan,” jelas Muzanni.

Muzanni mengelak tuduhan pembiaran dan menyebut lonjakan kasus pingsan berada di luar prediksi panitia, sehingga sempat memicu kepadatan penanganan.

“Kejadian ini memang di luar prediksi kami sehingga penanganan sempat tampak padat (crowded). Meski begitu, seluruh peserta terdampak berhasil teratasi. Penanganan tidak hanya menggunakan ambulans, tetapi juga kendaraan pribadi dari rekan-rekan panitia yang dikerahkan untuk evakuasi,” pungkasnya.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.