TULUNGAGUNG, Garudasatunews.id – Puluhan kios di kawasan depan Stasiun Tulungagung mulai dibongkar sebagai tahap awal pelaksanaan revitalisasi dan perluasan kawasan stasiun oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI). Penataan tersebut diarahkan untuk meningkatkan keselamatan, kenyamanan, sekaligus menata aktivitas di sekitar stasiun.
Pembongkaran kios menjadi bagian dari rencana penataan kawasan yang sebelumnya telah disiapkan PT KAI. Berdasarkan rencana pengembangan, area stasiun akan mencakup penataan parkir, peningkatan fasilitas peron, ruang tunggu, toilet, musala, area retail, lanskap, hingga revitalisasi bangunan stasiun.
Rencana tersebut menyasar sejumlah titik di sekitar Stasiun Tulungagung. Data yang telah disampaikan sebelumnya menyebut terdapat 23 bangunan di sisi selatan, 19 kios di sisi utara, serta 13 ruko di sisi depan stasiun yang terdampak program perluasan.
Revitalisasi dilakukan di atas aset PT KAI. Karena itu, pembongkaran tidak hanya berkaitan dengan perubahan fisik kawasan, tetapi juga menyentuh keberadaan pelaku usaha yang selama bertahun-tahun menggantungkan penghasilan dari kios di sekitar stasiun.
Sejumlah pedagang sebelumnya mengaku telah memperoleh informasi mengenai rencana pengosongan kios. Salah satu penyewa bahkan menyebut masa sewanya masih berlangsung hingga akhir 2026. Dalam skema yang disampaikan PT KAI, sisa uang sewa akan dikembalikan, disertai biaya angkut properti sebesar Rp250 ribu per meter persegi.
Persoalan relokasi menjadi salah satu titik penting yang perlu mendapat perhatian. Sebab, pengosongan kios secara otomatis berpengaruh terhadap keberlangsungan usaha pedagang. Sebagian penyewa sebelumnya juga mengaku belum memperoleh kepastian mengenai lokasi baru untuk melanjutkan aktivitas perdagangan.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Tulungagung menyatakan mendukung revitalisasi tersebut. Dinas Perhubungan menilai penataan kawasan stasiun diperlukan untuk mengatasi kepadatan lalu lintas, terutama akibat kendaraan pengantar dan penjemput penumpang serta parkir di badan jalan.
Persoalan yang kini mengemuka bukan semata pembongkaran kios, melainkan bagaimana revitalisasi dapat berjalan tanpa mengabaikan dampak ekonomi bagi masyarakat yang selama ini berusaha di kawasan tersebut. Bupati Tulungagung sebelumnya juga menekankan pentingnya perhatian terhadap warga yang telah puluhan tahun mencari nafkah di sekitar stasiun.
PT KAI menargetkan pengembangan kawasan Stasiun Tulungagung berlangsung bertahap. Perluasan mencakup sisi depan, selatan, dan utara stasiun, dengan target keseluruhan program pengembangan hingga 2028.
Dengan dimulainya pembongkaran kios, revitalisasi Stasiun Tulungagung kini memasuki tahap yang lebih konkret. Tantangannya adalah memastikan penataan aset dan peningkatan pelayanan publik berjalan seiring dengan kepastian perlindungan kepentingan ekonomi masyarakat terdampak.
(Red-Garudasatunews)














