Harga Cabai Kediri Naik, Rawit Tembus Rp43 Ribu

oleh -28 Dilihat
oleh
Harga Cabai Kediri Naik, Rawit Tembus Rp43 Ribu
Di tingkat petani Kecamatan Badas, harga cabai rawit berada di kisaran Rp30.000-Rp35.000 per kilogram, naik dari sebelumnya Rp25.000-Rp28.000.
banner 468x60

KEDIRI, Garudasatunews.id – Harga cabai di Kediri kembali merangkak naik seiring berkurangnya pasokan dari sejumlah sentra produksi setelah periode panen raya berakhir. Harga cabai rawit merah di tingkat pasar kini mencapai Rp40.000 hingga Rp43.000 per kilogram, setelah sebelumnya sempat berada di bawah Rp30.000 per kilogram akibat melimpahnya pasokan.

Kenaikan harga tersebut tidak hanya terjadi di tingkat pedagang, tetapi juga mulai dirasakan petani. Mustofa, petani cabai di Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri, mengatakan harga cabai rawit di tingkat petani saat ini berada pada kisaran Rp30.000 hingga Rp35.000 per kilogram.

“Harga sekarang sekitar Rp30.000 sampai Rp35.000 per kilogram. Sebelumnya masih di kisaran Rp25.000 hingga Rp28.000,” ujar Mustofa, Minggu (9/8/2026).

Artinya, harga cabai rawit di tingkat petani mengalami kenaikan sekitar Rp5.000 hingga Rp10.000 per kilogram. Perubahan harga ini terjadi setelah sebelumnya petani menghadapi tekanan harga akibat produksi cabai yang melimpah saat panen raya.

Menurut Mustofa, berkurangnya pasokan menjadi faktor utama yang mendorong kenaikan harga. Setelah masa panen raya berlalu, volume cabai yang tersedia dari petani tidak lagi sebanyak sebelumnya.

“Sekarang pasokan sudah mulai berkurang. Waktu panen raya, cabai banyak sehingga harganya turun. Sekarang karena barangnya mulai sedikit, harga kembali naik,” katanya.

Kondisi serupa terjadi di tingkat perdagangan. Karisma, pedagang di Pasar Induk Pare, Kabupaten Kediri, menyebut harga cabai rawit merah kini berada pada kisaran Rp40.000 hingga Rp43.000 per kilogram.

“Harganya memang mulai naik karena pasokan yang masuk ke pasar mulai menipis,” kata Karisma.

Ia mengatakan, jumlah cabai yang diterima pedagang saat ini lebih terbatas dibandingkan ketika pasokan dari sentra produksi masih melimpah. Menipisnya barang yang masuk ke pasar kemudian mendorong harga bergerak naik secara bertahap.

“Pasokan yang datang sekarang tidak sebanyak sebelumnya. Kondisi itu yang membuat harga cabai perlahan naik,” ujarnya.

Selain cabai rawit merah, kenaikan juga terjadi pada cabai merah keriting. Di Pasar Induk Pare, harga komoditas tersebut saat ini sekitar Rp27.000 per kilogram, naik dari sebelumnya yang berada di kisaran Rp20.000 per kilogram.

Pergerakan harga cabai Kediri kembali memperlihatkan kuatnya pengaruh pasokan terhadap harga komoditas hortikultura. Saat produksi meningkat pada masa panen raya, melimpahnya cabai di pasar menekan harga. Sebaliknya, ketika panen berakhir dan pasokan berkurang, harga kembali terdorong naik.

Kondisi ini memberi ruang perbaikan harga di tingkat petani setelah sebelumnya nilai jual cabai tertekan akibat tingginya produksi. Namun di sisi lain, kenaikan harga berpotensi menambah beban pengeluaran konsumen karena cabai menjadi salah satu kebutuhan pangan yang digunakan secara luas dalam konsumsi rumah tangga.

Harga cabai selanjutnya masih akan bergantung pada perkembangan produksi dan kelancaran pasokan dari sentra pertanian ke pasar. Apabila volume panen kembali meningkat, harga berpeluang turun. Sebaliknya, jika pasokan terus menipis, harga cabai rawit merah berpotensi bertahan pada level tinggi.

Red-Garudasatunews

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.