PKB Blitar Bidik 14 Kursi DPRD Lewat Musancap

oleh -21 Dilihat
oleh
PKB Blitar Bidik 14 Kursi DPRD Lewat Musancap
PKB Blitar Bidik 14 Kursi DPRD Lewat Musancap
banner 468x60

BLITAR, Garudasatunews.id – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Blitar mulai mengonsolidasikan kekuatan politik menjelang agenda politik mendatang. Sebanyak 1.500 kader dari berbagai wilayah di Kabupaten Blitar mengikuti Musyawarah Anak Cabang (Musancap) yang digelar selama dua hari, 8–9 Agustus 2026, di Kampung Coklat, Kecamatan Kademangan.

Agenda yang melibatkan kader dari seluruh penjuru Kabupaten Blitar tersebut menjadi langkah awal PKB dalam menyusun strategi organisasi dan peta politik lima tahun ke depan. Selain melakukan penataan kepengurusan tingkat kecamatan, partai juga menetapkan target peningkatan perolehan kursi di DPRD Kabupaten Blitar serta memperkuat kesiapan menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).

Ketua DPC PKB Kabupaten Blitar, Muhammad Rifa’i, menyatakan bahwa capaian 11 kursi DPRD yang diraih saat ini belum menjadi titik akhir perjuangan partai. Melalui Musancap, PKB menyiapkan langkah terukur untuk meningkatkan perolehan suara dan kursi legislatif pada kontestasi berikutnya.

“Target kita perolehan kursi harus naik. Dari yang kemarin 11 kursi, kita menargetkan mengembalikan suara dan kursi seperti era awal kejayaan PKB, yakni 13 sampai 14 kursi,” ujar Rifa’i saat ditemui di sela kegiatan, Minggu (9/8/2026).

Dari sudut pandang penguatan organisasi, Musancap menjadi instrumen penting untuk memastikan struktur partai berjalan efektif hingga tingkat akar rumput. Hasil forum tersebut akan segera ditindaklanjuti melalui rapat kerja berjenjang di tingkat DPC maupun Dewan Pengurus Anak Cabang (DPAC) yang telah terbentuk.

Selain membahas target politik, forum ini juga menyoroti proses regenerasi kepemimpinan yang menjadi arahan DPP dan DPW PKB. Pola pembagian peran antara kader senior dan kader muda mulai diterapkan secara sistematis dalam struktur organisasi.

Kader senior ditempatkan pada jajaran Dewan Syuro sebagai unsur pertimbangan yang memberikan arahan strategis dan pandangan organisasi. Sementara itu, jajaran Tanfidz atau pelaksana harian didominasi kader muda yang dinilai memiliki mobilitas tinggi untuk menjalankan aktivitas organisasi sehari-hari.

“Bukan berarti kita membuang generasi lama. Generasi senior kita tempatkan di jajaran Syuro sebagai dewan pertimbangan. Sedangkan Tanfidz sebagai pelaksana organisasi, memang harus diisi anak-anak muda,” jelas Rifa’i.

Dari perspektif penguatan kapasitas kader, PKB Kabupaten Blitar juga menetapkan kemampuan literasi teknologi sebagai salah satu syarat penting bagi kepengurusan baru. Langkah ini dilakukan sebagai respons terhadap perkembangan teknologi informasi yang semakin memengaruhi pola komunikasi dan kerja politik modern.

Setiap tingkatan kepengurusan diharapkan memiliki kader yang memahami teknologi informasi guna mendukung efektivitas organisasi, penyebaran informasi, serta komunikasi politik berbasis digital.

Upaya memperluas basis kader juga dilakukan melalui penguatan badan otonom dan organisasi sayap partai, seperti Garda Bangsa, Panji Bangsa, dan Gerakan Mahasiswa Kebangkitan Bangsa (Gemasaba). Fokus pengembangan diarahkan pada generasi muda, khususnya mahasiswa dan kalangan milenial yang memiliki minat terhadap dunia politik.

Menurut Rifa’i, Gemasaba diproyeksikan menjadi ruang pengkaderan bagi mahasiswa yang ingin terlibat dalam aktivitas politik dan organisasi kepartaian. Dalam proses pengembangan organisasi tersebut, PKB turut merekrut sejumlah potensi muda lokal, termasuk putra pemilik Kampung Coklat yang saat ini masih menempuh pendidikan perguruan tinggi.

“Gemasaba ini menjadi wadah jaringan bagi mahasiswa yang berminat dan ingin berafiliasi dengan politik PKB. Kami merekrut kader-kader muda potensial, termasuk putra Pak Khalid yang saat ini menempuh pendidikan semester tiga, untuk diproyeksikan memimpin Gemasaba,” ungkapnya.

Untuk memperkuat jangkauan organisasi hingga tingkat kecamatan, pelaksanaan Musancap dibagi berdasarkan daerah pemilihan (dapil). Dari total 22 kecamatan di Kabupaten Blitar, PKB saat ini memiliki 23 DPAC.

Jumlah tersebut berbeda karena Kecamatan Ponggok yang memiliki wilayah dan jumlah penduduk cukup besar dibagi menjadi dua struktur kepengurusan, yakni Ponggok 1 dan Ponggok 2.

Dengan terbentuknya kepengurusan di 23 DPAC, PKB Kabupaten Blitar optimistis konsolidasi organisasi dapat berjalan lebih efektif hingga tingkat desa. Struktur yang telah terbentuk tersebut diharapkan menjadi modal utama partai dalam menggerakkan mesin politik sekaligus mengawal pencapaian target peningkatan kursi DPRD dan agenda politik mendatang.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.