Persebaya Juara Piala Presiden Lewat Drama Penalti

oleh -18 Dilihat
oleh
Persebaya Juara Piala Presiden Lewat Drama Penalti
Persebaya Surabaya berhadapan dengan Persib Bandung dalam final Piala Presiden 2026 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali pada Kamis (6/8/2026) malam. Foto: Media Piala Presiden 2026
banner 468x60

SURABAYA, Garudasatunews.id – Persebaya Surabaya memastikan diri sebagai juara Piala Presiden 2026 setelah menaklukkan Persib Bandung melalui drama adu penalti dengan skor 6-5, menyusul hasil imbang 1-1 hingga 120 menit pada partai final di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Kamis (6/8/2026) malam. Kemenangan tersebut mengantarkan Bajul Ijo meraih trofi sekaligus hadiah utama senilai Rp8 miliar.

Laga final berlangsung ketat sejak menit awal dengan tensi tinggi dan intensitas serangan dari kedua tim. Persib Bandung sempat lebih dominan dalam penguasaan bola, namun Persebaya tampil lebih efektif dalam memanfaatkan peluang yang diperoleh.

Persebaya membuka keunggulan pada menit ke-20 melalui Ramadhan Sananta yang sukses menuntaskan umpan Rachmat Irianto setelah sebelumnya Yuran Fernandes dan Francisco Rivera lebih dulu mengancam pertahanan Persib.

Keunggulan tersebut tidak bertahan lama. Empat menit berselang, Persib menyamakan kedudukan menjadi 1-1 melalui Patricio Matricardi yang memanfaatkan bola liar hasil situasi sepak pojok berawal dari umpan Luciano Guaycochea.

Hasil imbang pada babak pertama mencerminkan ketatnya persaingan kedua tim. Ernando Ari beberapa kali melakukan penyelamatan penting untuk menjaga gawang Persebaya, sementara lini pertahanan Bajul Ijo mampu meredam sejumlah peluang Persib hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Persib meningkatkan tekanan melalui dominasi penguasaan bola. Luciano Guaycochea dan Adam Alis bergantian mengancam pertahanan Persebaya, namun penyelesaian akhir yang belum maksimal membuat skor tetap tidak berubah.

Di sisi lain, Persebaya hampir kembali unggul pada menit ke-63 ketika sundulan Yuran Fernandes mengarah ke gawang. Namun, Adam Alis melakukan penyelamatan krusial di garis gawang yang menggagalkan peluang emas tersebut.

Hingga waktu normal berakhir, kedua tim terus saling menyerang tanpa mampu mencetak gol tambahan. Pertandingan pun berlanjut ke babak tambahan waktu setelah skor tetap bertahan 1-1.

Pada babak extra time, jalannya pertandingan tetap berlangsung terbuka. Persib mengandalkan penguasaan bola, sedangkan Persebaya mengoptimalkan serangan balik cepat. Solidnya organisasi pertahanan kedua tim membuat berbagai peluang gagal dikonversi menjadi gol kemenangan.

Momentum penting terjadi pada menit ke-112 ketika Mariano Peralta diganjar kartu merah usai melakukan pelanggaran keras terhadap Francisco Rivera. Keputusan tersebut diambil wasit setelah melakukan peninjauan melalui Video Assistant Referee (VAR), sehingga Persib harus menyelesaikan pertandingan dengan 10 pemain.

Meski unggul jumlah pemain pada sisa pertandingan, Persebaya belum mampu memanfaatkan situasi tersebut untuk mencetak gol. Skor tetap bertahan hingga peluit akhir babak tambahan waktu dibunyikan sehingga penentuan juara harus dilakukan melalui adu penalti.

Keputusan taktis menarik muncul dari kubu Persib menjelang adu penalti. Pelatih Igor Tolic menarik kiper utama Teja Paku Alam dan memasukkan penjaga gawang muda Fitrah Maulana Ridwan untuk menghadapi babak tos-tosan tersebut.

Namun strategi itu belum mampu mengubah hasil akhir. Penendang pertama Persib, Uilliam Barros, gagal setelah tendangannya ditepis Reza Arya. Patricio Matricardi, Ramon Tanque, Kakang Rudianto, Julio Cesar, dan Dedi Kusnandar berhasil menjalankan tugas sebagai eksekutor, tetapi Al Hamra Hehanussa kembali gagal setelah sepakannya kembali dihentikan Reza Arya.

Dari kubu Persebaya, Miguel Pereira, Risto Mitrevski, Yann Mabella, Diogo Ramalho, dan Walber Mota sukses mencetak gol. Meski Yuran Fernandes gagal memaksimalkan peluang setelah tendangannya diblok Fitrah Maulana Ridwan, Gledson Paixão tampil sebagai penentu kemenangan dengan eksekusi sempurna yang memastikan Persebaya menang 6-5 dalam adu penalti.

Keberhasilan tersebut menutup perjalanan Persebaya di Piala Presiden 2026 dengan gelar juara. Selain mengangkat trofi, kemenangan ini menjadi bukti efektivitas permainan Bajul Ijo dalam menghadapi tekanan pada laga puncak sekaligus mengukuhkan mereka sebagai tim terbaik di turnamen pramusim bergengsi tersebut.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.