Lima SDN Bangil Gagal Penuhi Kuota Siswa Baru

oleh -22 Dilihat
oleh
Lima-SDN-Bangil-Gagal-Penuhi-Kuota-Siswa-Baruu
Lima-SDN-Bangil-Gagal-Penuhi-Kuota-Siswa-Baruu
banner 468x60

PASURUAN, Garudasatunews.id – Sedikitnya lima Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, tercatat belum mampu memenuhi kuota penerimaan peserta didik baru (PPDB) Tahun Ajaran 2026/2027. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena mencerminkan ketimpangan jumlah pendaftar di antara sekolah-sekolah dasar negeri di wilayah pusat ibu kota kabupaten.

Data yang disampaikan jajaran pengawas sekolah menunjukkan, kelima SDN tersebut hanya memperoleh kurang dari 20 peserta didik baru, jauh di bawah pagu yang ditetapkan sebanyak 28 siswa per rombongan belajar. Fenomena ini terjadi di tengah persaingan antarlembaga pendidikan dalam menarik minat masyarakat.

Kepala SDN Dermo 2, Yuliati, mengungkapkan bahwa sekolah yang dipimpinnya hanya menerima 14 peserta didik baru pada pelaksanaan PPDB Tahun Ajaran 2026/2027, Senin (13/7/2026). Jumlah tersebut hanya mencapai separuh dari kapasitas yang tersedia.

“Setiap tahun memang sedikit yang minat di sini, kalah dengan SD di sekitarnya yang cukup tinggi peminatnya. Di sini kami diapit SDN favorit dan swasta yang juga mempublikasikan nama besar,” ujar Yuliati.

Menurutnya, posisi sekolah yang berdekatan dengan sejumlah sekolah negeri berstatus favorit serta sekolah swasta yang telah dikenal masyarakat menjadi salah satu faktor yang memengaruhi rendahnya jumlah pendaftar. Meski demikian, pernyataan tersebut merupakan penilaian pihak sekolah dan belum disertai hasil kajian resmi mengenai penyebab utama rendahnya minat masyarakat.

Akibat minimnya peserta didik baru, sekolah harus menyesuaikan strategi pelaksanaan kegiatan belajar mengajar agar tetap berjalan efektif meski jumlah siswa dalam satu kelas jauh di bawah kapasitas ideal.

Kepala Pengawas Sekolah Wilayah Kecamatan Bangil, Dalikah, membenarkan terdapat lima SDN yang hingga penutupan PPDB masih berada di bawah pagu penerimaan. Ia menilai setiap sekolah perlu melakukan pembenahan dan inovasi untuk meningkatkan daya saing.

“Saat ini ada lima lembaga SDN yang masuk daftar di bawah pagu, kurang dari 20 siswa-siswi, sedangkan pagunya 28 siswa-siswi. Sekolah harus membuat terobosan mulai kedisiplinan hingga kegiatan ekstrakurikuler, sehingga siswa-siswi tertarik,” kata Dalikah.

Menurut Dalikah, peningkatan kualitas layanan pendidikan, penguatan karakter, serta pengembangan kegiatan ekstrakurikuler menjadi langkah yang dapat dilakukan sekolah untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat. Upaya tersebut diharapkan mampu memperkuat daya tarik sekolah negeri di tengah banyaknya pilihan lembaga pendidikan.

Sementara itu, Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan disebut tengah melakukan evaluasi terhadap hasil PPDB, termasuk memetakan sebaran anak usia sekolah dan tingkat keterisian rombongan belajar di sejumlah wilayah. Evaluasi tersebut diharapkan menjadi dasar penyusunan langkah strategis guna mengurangi ketimpangan jumlah peserta didik antar-sekolah.

Hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan resmi dari Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan mengenai hasil evaluasi tersebut maupun kebijakan lanjutan yang akan diterapkan terhadap sekolah-sekolah yang belum memenuhi pagu penerimaan.

Pemerintah daerah menyatakan akan terus melakukan pendampingan kepada sekolah-sekolah dengan jumlah peserta didik baru yang rendah melalui peningkatan mutu layanan pendidikan, sehingga setiap satuan pendidikan memiliki kesempatan yang sama dalam memberikan pelayanan pendidikan kepada masyarakat.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.