Dosen UNESA Dampingi Guru PAUD Susun Pembelajaran Mendalam

oleh -21 Dilihat
oleh
Dosen UNESA Dampingi Guru PAUD Susun Pembelajaran Mendalam
Tim dosen Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) memberikan pendampingan kepada guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di TK Trisula II Jombang untuk merancang pembelajaran mendalam berbasis The SOLO Taxonomy
banner 468x60

JOMBANG, Garudasatunews.id – Tim dosen Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) memberikan pendampingan kepada guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di TK Trisula II Jombang dalam penyusunan desain pembelajaran mendalam berbasis The SOLO Taxonomy. Program tersebut diarahkan untuk memperkuat kompetensi guru dalam merancang pembelajaran yang mendorong perkembangan kemampuan berpikir anak secara bertahap tanpa mengesampingkan karakteristik belajar melalui bermain.

Kegiatan bertajuk Pendampingan Desain Pembelajaran Mendalam Berbasis The SOLO Taxonomy pada Guru PAUD itu digelar di TK Trisula II Jombang pada Sabtu, 9 Mei 2026. Pendampingan dilaksanakan oleh tim dosen FIP UNESA yang terdiri atas Prof. Dr. Gunarti Dwi Lestari, M.Pd., M.Si., Dr. Mallevi Agustin Ningrum, S.Pd., M.Pd., dan Monica Widyaswari, M.Pd., bekerja sama dengan Perwari sebagai mitra kegiatan.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta memperoleh penguatan mengenai konsep deep learning serta penerapan The SOLO Taxonomy (Structure of the Observed Learning Outcome) sebagai kerangka untuk mengukur kualitas pemahaman anak, mulai dari tahap dasar hingga kemampuan menghubungkan berbagai konsep secara lebih kompleks.

Pendekatan tersebut dinilai relevan dengan kebutuhan pendidikan anak usia dini yang tidak hanya menitikberatkan pada aktivitas bermain, tetapi juga diarahkan untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, dan pemaknaan terhadap pengalaman belajar.

Selama proses pendampingan, guru dibimbing menyusun perangkat pembelajaran sesuai karakteristik peserta didik usia dini. Penyusunan meliputi perumusan tujuan pembelajaran, pengembangan aktivitas belajar, penyusunan pertanyaan pemantik, perencanaan asesmen, hingga refleksi pembelajaran yang mendukung perkembangan berpikir anak secara bertahap.

Tim pendamping juga menekankan pentingnya keseimbangan antara aspek kognitif dengan perkembangan sosial-emosional, bahasa, dan motorik anak agar proses pembelajaran tetap menyenangkan sekaligus memberikan pengalaman belajar yang bermakna.

Prof. Dr. Gunarti Dwi Lestari, M.Pd., M.Si., menyatakan guru PAUD memiliki peran penting dalam membangun fondasi belajar anak sejak usia dini. Menurutnya, setiap aktivitas bermain perlu dirancang dengan tujuan pembelajaran yang jelas agar mampu memberikan dampak optimal terhadap perkembangan peserta didik.

“Pembelajaran mendalam pada anak usia dini bukan berarti membebani anak dengan materi yang berat. Justru, pembelajaran mendalam hadir ketika guru mampu menciptakan pengalaman belajar yang membuat anak bertanya, mencoba, menghubungkan pengalaman, dan menemukan makna dari aktivitas yang dilakukan,” ujarnya.

Sementara itu, Dr. Mallevi Agustin Ningrum, S.Pd., M.Pd., menilai kemampuan guru dalam merancang pertanyaan serta aktivitas belajar yang sesuai dengan tahapan perkembangan berpikir anak menjadi faktor penting dalam implementasi The SOLO Taxonomy.

Monica Widyaswari, M.Pd., menambahkan bahwa pendampingan tidak berhenti pada penyampaian teori, tetapi juga menghasilkan perangkat pembelajaran yang dapat langsung diterapkan dalam proses belajar mengajar di kelas.

Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui pemaparan materi, diskusi, praktik penyusunan desain pembelajaran, dan pendampingan langsung. Guru-guru PAUD yang mengikuti kegiatan aktif menyampaikan berbagai tantangan yang dihadapi dalam merancang aktivitas belajar yang mampu mengembangkan kemampuan berpikir anak tanpa menghilangkan unsur bermain.

Program tersebut menjadi bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini melalui penguatan kapasitas tenaga pendidik. Kolaborasi antara FIP UNESA, TK Trisula II Jombang, dan Perwari diharapkan dapat berlanjut sehingga implementasi pembelajaran mendalam berbasis The SOLO Taxonomy dapat diterapkan secara konsisten dalam praktik pembelajaran sehari-hari.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.