Petasan Rakitan Meledak, Enam Warga Malang Jadi Korban

oleh -18 Dilihat
oleh
Petasan Rakitan Meledak, Enam Warga Malang Jadi Korban
Tim Inafis Satreskrim Polres Malang melakukan olah TKP.
banner 468x60

MALANG, Garudasatunews.id – Ledakan hebat menghancurkan sebuah rumah di Dusun Sumbul, Desa Klampok, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Minggu (24/5/2026) malam. Polisi menduga ledakan berasal dari aktivitas peracikan petasan di dalam rumah tersebut. Enam orang dilaporkan menjadi korban, satu di antaranya mengalami luka bakar serius.

Ledakan terjadi sekitar pukul 20.00 WIB di rumah milik Sumari. Kerasnya dentuman membuat bangunan rumah rusak parah dan memicu kepanikan warga sekitar. Saat kejadian, sebagian penghuni rumah berada di dalam bangunan, sementara pemilik rumah diketahui sedang berada di kandang ternak di belakang rumah.

Kasihumas Polres Malang AKP Bambang Subinajar mengungkapkan, berdasarkan keterangan saksi, ledakan terdengar satu kali dengan suara sangat keras sebelum rumah dalam kondisi hancur.

“Ketika saksi keluar dari kandang, kondisi rumah sudah mengalami kerusakan cukup parah dan para korban masih berada di posisi semula,” ujar Bambang, Selasa (26/5/2026).

Korban luka berat diketahui bernama Syamsul Arifin (26) yang mengalami luka bakar hingga 60 persen. Saat ini korban menjalani perawatan intensif di RSSA Malang.

Sementara lima korban lainnya mengalami luka ringan hingga sedang, masing-masing Yantin (52), Nur Vitaniyah (25), Malinda (15), Kenzi Alfaro (3), dan Febriansyah (10).

Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) awal menemukan sejumlah selongsong petasan dan sisa bahan peledak. Polisi kemudian menerjunkan tim gabungan dari Polres Malang, Tim Jibom Den Gegana Sat Brimob Polda Jatim, serta Bidlabfor Polda Jatim untuk melakukan sterilisasi dan penyelidikan lanjutan pada Senin (25/5/2026).

Petugas mengamankan sedikitnya 18 barang bukti dari lokasi kejadian. Barang bukti tersebut di antaranya selongsong berisi residu serbuk petasan, serpihan kertas dengan sisa bubuk, alat pemadat, sumbu petasan, hingga alat yang diduga digunakan untuk meracik bahan peledak rakitan.

Polisi menduga kuat ledakan dipicu petasan rakitan yang sedang dibuat di dalam rumah. Namun hingga kini, penyidik masih mendalami asal-usul bahan peledak yang digunakan.

“Seluruh barang bukti tengah diuji secara laboratoris untuk memastikan kandungannya. Kami juga menelusuri dari mana asal bubuk petasan yang ditemukan di lokasi,” tegas Bambang.

Garis polisi masih terpasang di sekitar lokasi ledakan. Aparat kepolisian juga meningkatkan patroli di kawasan tersebut guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan pascakejadian.

Polisi mengimbau masyarakat tidak merakit maupun menyimpan bahan petasan secara ilegal karena berisiko tinggi memicu ledakan dan menimbulkan korban jiwa.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.