Gus Syaif Sebar Maulid Dibai ke Partai

oleh -21 Dilihat
oleh
Gus Syaif Sebar Maulid Dibai ke Partai
Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar M. Sarmuji menerima hadiah kitab dibai dari KH Syaiful Rijal atau Gus Syaif, di kantor DPD Partai Golkar Jember, 9 Mei 2026.
banner 468x60

JEMBER, Garudasatunews.id – Mantan Ketua PCNU Bondowoso, KH Syaiful Rijal atau Gus Syaif, mulai menggalang gerakan pelestarian pembacaan Maulid Dibai dengan menyasar partai politik dan organisasi kemasyarakatan di Jawa Timur.

Langkah itu ditandai dengan pembagian kitab Maulid Dibai dan terjemahan ad-dibai kepada sejumlah petinggi partai politik di Kabupaten Jember dalam dua pekan terakhir.

Pada 26 April 2026, Gus Syaif mendatangi Kantor DPC PDI Perjuangan Jember dan menyerahkan kitab tersebut kepada Ketua DPC PDIP Jember, Widarto. Aksi serupa kembali dilakukan pada 9 Mei 2026 saat ia menyambangi Kantor DPD Partai Golkar Jember.

Dalam kunjungan itu, Gus Syaif bertemu langsung dengan Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, serta Ketua DPD Partai Golkar Jember, Karimullah Dahrujiadi.

Menurut Gus Syaif, gerakan tersebut muncul dari kegelisahannya melihat mulai berkurangnya masyarakat yang membaca Maulid Dibai dan beralih ke tradisi lain.

“Semakin sedikit saudara-saudara kita yang menggunakan Maulid Dibai dan mulai beralih ke yang lain,” ujar Gus Syaif, Selasa (12/5/2026).

Tak hanya membagikan kitab, Gus Syaif juga memperkenalkan kelompok jam’iyah salawat yang rutin membaca ad-dibai. Ia bahkan mulai mendistribusikan buku terjemahan ad-dibai ke jaringan partai politik dan organisasi sosial sebagai upaya memperluas tradisi tersebut.

Ia menilai partai politik memiliki pengaruh besar dalam membangun kultur sosial masyarakat karena dinilai memiliki garis instruksi yang kuat hingga ke tingkat bawah.

“Partai politik instruksinya lebih tajam daripada organisasi sosial kemasyarakatan. Ad-dibai ini sudah ada sebelum Indonesia ada,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPD Partai Golkar Jember, Karimullah Dahrujiadi, mengaku terkejut menerima kitab tersebut. Ia berharap pembacaan Maulid Dibai dapat menjadi bagian dari kegiatan kerohanian di lingkungan partainya.

“Ini kitab tua dan harapannya bisa menjadi salah satu kegiatan kerohanian kita,” ujarnya.

Gerakan distribusi kitab ke lingkungan politik ini memunculkan perhatian publik karena dilakukan di tengah menguatnya pendekatan keagamaan dalam ruang-ruang politik lokal menjelang dinamika politik daerah yang terus bergerak.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.