Fasilitas Haji Disorot, Klaim Layanan Mewah Diuji

oleh -22 Dilihat
oleh
Fasilitas Haji Disorot, Klaim Layanan Mewah Diuji
Jemaah asal Pasuruan dan Surabaya menikmati akomodasi premium yang berjarak sangat dekat dengan pelataran Masjid Nabawi.
banner 468x60

MADINAH, Garudasatunews.id – Ribuan jemaah haji asal Jawa Timur mulai menempati fasilitas hotel berbintang di Madinah yang diklaim sebagai bagian dari strategi Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) dalam mewujudkan program Tri Sukses Haji 2026. Namun, di balik klaim layanan premium tersebut, efektivitas dan pemerataan pelayanan menjadi sorotan di tengah besarnya jumlah jemaah yang dilayani.

Sejumlah jemaah mengaku merasakan kemudahan akses menuju Masjid Nabawi karena lokasi hotel yang berdekatan. Kondisi ini dinilai membantu mobilitas, terutama bagi jemaah lanjut usia dan perempuan yang membutuhkan kenyamanan ekstra saat menjalankan ibadah.

“Pelayanan dari keberangkatan sampai hotel sangat baik, apalagi lokasi hotel dekat dengan masjid,” ujar Kiki Amirotul Atqiya, jemaah asal Pasuruan, Jumat (1/5/2026).

Berdasarkan laporan lapangan, lebih dari 62.000 jemaah Indonesia telah tiba di Arab Saudi. Di tengah suhu Madinah yang mencapai 35 hingga 39 derajat Celcius, pemenuhan kebutuhan dasar seperti makanan dan kesehatan menjadi faktor krusial dalam menjaga kondisi fisik jemaah.

Layanan katering dengan menu bercita rasa Nusantara disediakan untuk menjaga asupan gizi. Sejumlah jemaah mengakui makanan yang disajikan cukup sesuai dengan selera, meski variasi menu dinilai masih terbatas.

“Makanannya cocok di lidah, meski ada beberapa menu yang dirindukan,” kata Istianah, jemaah lainnya.

Di sisi lain, layanan kesehatan diklaim responsif dengan kehadiran petugas medis yang melakukan penanganan langsung ke kamar jemaah tanpa prosedur berbelit. Hal ini menjadi bagian dari upaya perlindungan terhadap kelompok rentan seperti lansia dan penyandang disabilitas.

“Petugas cepat datang saat dibutuhkan dan langsung memberikan tindakan,” ungkap Reni, jemaah asal Surabaya yang sempat mengalami gangguan kesehatan.

Selain layanan fisik, Kemenhaj juga mendorong adaptasi digital melalui penggunaan aplikasi Nusuk untuk akses ibadah ke Raudhah. Pendampingan dilakukan oleh petugas di lapangan, mengingat tidak semua jemaah familiar dengan teknologi tersebut.

Meski berbagai layanan telah disiapkan, pengawasan terhadap implementasi program menjadi aspek penting untuk memastikan standar pelayanan benar-benar merata dan tidak hanya bersifat seremonial.

Sejumlah pembimbing ibadah mengapresiasi upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas layanan haji tahun ini, namun tetap menekankan pentingnya konsistensi dan evaluasi berkelanjutan.

Dengan skala operasional yang besar, pelaksanaan haji 2026 menjadi ujian nyata bagi pemerintah dalam memastikan bahwa klaim layanan “bintang lima” tidak berhenti pada fasilitas, tetapi juga tercermin dalam kualitas pelayanan menyeluruh bagi seluruh jemaah.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.