Antisipasi El Nino, Irigasi Jadi Sorotan Lamongan

oleh -21 Dilihat
oleh
Antisipasi El Nino, Irigasi Jadi Sorotan Lamongan
Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, saat mendampingi Dirjen Tamaman Pangan Kementerian Pertanian, Tin Latifah, saat mengunjungi Embung Sumengko, Desa Tambakmenjangan, Kecamatan Sarirejo, Kabupaten Lamongan, Selasa (28/4/2026).
banner 468x60

LAMONGAN, Garudasatunews.id – Kementerian Pertanian menyoroti optimalisasi sumber daya sebagai kunci menghadapi ancaman fenomena iklim El Nino yang diprediksi melanda musim kemarau tahun ini. Pernyataan tersebut disampaikan Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Tin Latifah, saat melakukan peninjauan langsung ke Embung Sumengko, Desa Tambakmenjangan, Kecamatan Sarirejo, Kabupaten Lamongan, Selasa (28/4/2026).

Dalam keterangannya, Tin Latifah menegaskan bahwa karakter El Nino tahun ini tergolong moderat, bukan ekstrem. Meski demikian, potensi dampak terhadap sektor pertanian tetap perlu diantisipasi secara serius melalui langkah konkret, termasuk pemanfaatan lahan kering serta penguatan sarana dan prasarana pendukung produksi pangan.

“Kategori moderat bukan berarti tanpa risiko. Optimalisasi seluruh sumber daya, termasuk lahan dan infrastruktur pertanian, menjadi langkah krusial agar produksi tidak terganggu,” ujarnya.

Hasil peninjauan lapangan juga mengungkap sejumlah persoalan mendasar, salah satunya penurunan fungsi sumber air seperti waduk dan embung akibat pertumbuhan eceng gondok yang tidak terkendali. Kondisi ini dinilai berpotensi menghambat distribusi air untuk kebutuhan irigasi.

Pemerintah pusat, lanjutnya, mendorong percepatan penerapan teknologi irigasi, seperti pompanisasi dan sistem perpipaan, guna memastikan ketersediaan air tetap terjaga di tengah ancaman kekeringan.

Di sisi lain, Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, mengakui adanya potensi tekanan terhadap sektor pertanian akibat perubahan iklim yang ditandai pola cuaca ekstrem. Pemerintah daerah, kata dia, tengah memperkuat langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas produksi pangan.

“Seluruh pemangku kepentingan harus bergerak cepat dan terintegrasi. Ini bukan hanya soal produksi, tetapi menjaga keberlanjutan swasembada pangan daerah,” tegasnya.

Ia juga mengungkapkan adanya peringatan dari pemerintah pusat terkait potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai periode panas berkepanjangan, yang dapat berdampak langsung pada produktivitas pertanian.

Menanggapi keluhan masyarakat terkait aliran sungai yang belum optimal, Pemkab Lamongan berjanji segera melakukan normalisasi melalui pengerukan dan pelebaran saluran air guna memaksimalkan fungsi irigasi.

Langkah-langkah tersebut dinilai menjadi ujian nyata efektivitas koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga ketahanan pangan, khususnya di Lamongan yang selama ini dikenal sebagai salah satu lumbung pangan utama di Jawa Timur.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.