293 THL Dipecat, Sebagian Dialihkan ke Dapur MBG

oleh -71 Dilihat
oleh
293 THL Dipecat, Sebagian Dialihkan ke Dapur MBG
Wawali Blitar, Elim Tyu Samba
banner 468x60

BLITAR Garudasatunews.id – Polemik pemutusan kontrak ratusan tenaga harian lepas (THL) di lingkungan Pemerintah Kota Blitar memasuki babak baru setelah sebagian dari mereka dilaporkan dialihkan bekerja pada program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).

Langkah ini muncul setelah kebijakan efisiensi anggaran daerah menyebabkan 293 tenaga outsourcing di berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) tidak lagi diperpanjang kontraknya pada awal tahun anggaran 2026. Keputusan tersebut sempat memicu kekhawatiran meningkatnya angka pengangguran di Kota Blitar.

Wakil Wali Kota Blitar Elim Tyu Samba mengakui sejumlah mantan tenaga outsourcing telah direkomendasikan untuk bekerja di dapur MBG yang membutuhkan tenaga operasional.

“Ada beberapa mantan outsourcing yang datang ke kami meminta pekerjaan, jadi kami rekomendasikan ke dapur-dapur MBG yang membutuhkan tenaga kerja,” kata Elim, Minggu (8/3/2026).

Menurutnya, pengalaman para mantan THL selama bekerja di lingkungan Pemkot menjadi pertimbangan tersendiri bagi pengelola dapur MBG karena mereka dinilai telah terbiasa dengan ritme kerja pelayanan publik.

Meski demikian, Elim menegaskan tidak semua eks tenaga outsourcing otomatis diterima bekerja dalam program tersebut karena tetap harus melalui proses seleksi yang dilakukan oleh pengelola dapur MBG.

“Otomatis ada yang diterima namun ada juga yang belum lolos, karena itu kan masih seleksi juga demi menjaga kualitas MBG,” ujarnya.

Sebelumnya, keputusan penghentian kontrak terhadap 293 THL memicu sorotan publik karena dinilai sebagai dampak langsung dari kebijakan efisiensi anggaran pemerintah daerah. Para pekerja yang selama ini menopang berbagai layanan operasional di OPD mendadak kehilangan pekerjaan setelah kontrak mereka tidak diperpanjang.

Di tengah polemik tersebut, kehadiran program nasional Makan Bergizi Gratis yang membutuhkan tenaga operasional dalam jumlah besar di tingkat daerah disebut menjadi alternatif penyerapan tenaga kerja bagi sebagian mantan THL, meski belum seluruhnya terserap dalam program tersebut. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.